Emil Salim Memukau Peserta ESL IPB International Summer Course 2022

Emil Salim Memukau Peserta ESL IPB International Summer Course 2022Tangkapan layar poster opening ceremony ESL IPB International Summer Course 2022. (Foto.Ist)

KEADILAN – Tiga tokoh ternama – Prof. Emil Salim, “Ahok” Basuki Tjahaja Purnama dan Ridwan Kamil – memukau para hadirin opening ceremony ESL IPB International Summer Course 2022 di hari Senin, 14 November 2022 lalu.
Dengan bahasa Inggris yang fasih serta konten keynote speech yang menarik dan inspiratif, ketiganya berhasil memotivasi para peserta ESL IPB International Summer Course 2022 untuk terus mengikuti rangkaian program kuliah singkat setara 3 SKS bertaraf internasional yang berlangsung sejak tanggal 14 sampai 30 November 2022.

Sebagaimana release tertulis yang dikirim penyelenggara kepada keadilan.id, Sabtu (19/11/2022), penyelenggaraan ESL IPB International Summer Course tahun ini telah memasuki angkatan ke-6. Di tengah situasi pandemi COVID-19, program reguler tahunan ini dilaksanakan secara daring sejak angkatan ke-4 tahun 2020.

Mengambil tema besar “Reducing Carbon Footprints: Lessons Learned for Post COVID-19 World”, program ini diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University.

Meilanie Buitenzorgy PhD selaku ketua penyelenggara menuturkan bahwa angkatan ke-6 ini terdiri dari 243 mahasiswa yang berasal dari 9 negara. Rinciannya, Australia, Bangladesh, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan Indonesia.
Peserta lokal berasal dari 27 universitas dan institusi di Indonesia. Diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Bakrie University, Indonesia International Institute for Life Sciences, Universitas Sumatera Utara, Universitas Lampung, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Udayana hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peserta lokal terbanyak berasal dari IPB University.

Para pengajar program ini adalah para akademisi dan ilmuwan kelas dunia serta para praktisi dengan berbagai latar belakang bidang ilmu, dari Teknik Mesin, Ilmu Pertanian hingga Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. Mereka berasal dari Australia, Belanda, Jerman, Jepang, Korea, Thailand, Malaysia, Perancis dan Indonesia.

Prof. Dodik Ridho Nurrochmat, Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerjasama, dan Hubungan Alumni IPB University dalam sambutannya mengatakan tema ini diangkat mengingat salah satu efek dari pandemi COVID-19 adalah menurunnya emisi gas rumah kaca secara signifikan. Namun dengan kembali meningkatnya aktivitas perekonomian global, emisi karbon kembali meningkat.

Emil Salim Memukau

Prof. Emil Salim memang tidak muda lagi. Usianya saat ini 93 tahun. Namun ekonom senior Indonesia yang pernah menduduki berbagai pos jabatan Menteri selama kurun waktu 1971-1993, termasuk Menteri Negara Lingkungan Hidup, tetap tampil memikat dan penuh semangat saat sebagai keynote speaker.

Emil mengingatkan bahwa tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan transisi energi jangan sampai membuat Indonesia kehilangan arah pembangunan. Indonesia masih berada di “lower-middle income trap” yang masih sangat tergantung pada energi berbasis bahan bakar fosil: minyak bumi dan batu bara.
Transisi energi membutuhkan investasi dan teknologi. Disinilah justru letak dilemanya. Indonesia harus realistis dan sekaligus kreatif dalam menavigasi tantangan ini. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan potensi energi surya (solar energy).

Sesi keynote speech kedua menjadi semakin menarik. Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama menerima tantangan penyelenggara Summer Course untuk membahas topik yang cukup kontradiktif. Yaitu visi reduksi emisi karbon dari perspektif produsen bahan bakar fosil terbesar di Indonesia.

Dengan gaya bertutur khasnya yang lugas, Ahok menekankan bahwa masa depan transisi energi masih penuh dengan ketidakpastian. Untuk itu, Indonesia sebagai negara besar perlu strategic partnership, berpikir out of the box, dan menjadi leader, bukan sekedar follower.

Senada dengan Emil Salim, Ahok pun berpendapat bahwa di Indonesia, konsumsi batubara masih sulit dihindari.
Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat membutuhkan energi yang lebih besar.

“Salah satu cara PT Pertamina menghadapi percepatan teknologi ini adalah dengan menyusun strategi penggunaan energi yang lebih hijau. Sumberdaya energi alternatif yang berlimpah di Indonesia sebagian besar berupa gas dan panas bumi, yang harus dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara lebih ramah lingkungan dan murah,” ujarnya.

Lebih jauh lagi Ahok menuturkan bahwa dalam upaya mengejar target nol emisi karbon tahun 2060, Pertamina dan ExxonMobil bekerjasama mengembangkan Carbon Capture and Storage (CCS). CCS diharapkan dapat menyimpan emisi karbon seluruh Indonesia secara permanen hingga beberapa tahun ke depan.

Keynote speech terakhir oleh Gubernur Jawa Barat Dr (HC) Ridwan Kamil tidak kalah menarik. Penyelenggara Summer Course menantang Kang Emil untuk memaparkan program reduksi emisi dan hasil riil-nya di provinsi Jawa Barat selama periode jabatan 2018-2023.

Ridwan menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai model penerapan ekonomi sirkular. Provinsi Jawa Barat telah memiliki fasilitas daur ulang sampah plastik dari hulu ke hilir dan melakukan kerjasama dengan PLN untuk pemanfaatan sampah perkotaan menjadi sumber energi listrik.
Jabar juga memiliki panel surya terbesar di Asia Tenggara. Provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia ini juga menjadi lokasi pabrik mobil listrik pertama di Indonesia.

“Bila kita mampu beradaptasi dan merespon gaya hidup baru pasca pandemi dan revolusi digital serta perubahan iklim, saya yakin kita dapat menjadi individu sukses yang mampu bertahan di masa depan,” ungkap Ridwan Kamil yang menjadi pemenang Gubernur Terbaik 2022 untuk 2 kategori sekaligus: kategori wilayah (Jawa-Bali) dan kategori good governance.

Dalam forum kegiatan ilmiah ini, penyelenggara mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda. Sebagai tribute dan apresiasi terhadap ke-3 keynote speakers yang tampil luar biasa sore itu, ketua penyelenggara memainkan grand piano sambil menyanyikan lagu lawas dari Rick Price, Heaven Knows. Tribute kedua dipersembahkan oleh ke-243 peserta ESL IPB Summer Course batch 6 yang kompak unjuk kebolehan dalam sebuah video musik cover lagu It’s My Life dari band bergenre rock Bon Jovi.

Editor: Syamsul Mahmuddin