Perbedaan Gangguan Mental Bipolar dan Skrizofrenia

Perbedaan Gangguan Mental Bipolar dan SkrizofreniaIlustrasi gangguan mental bipolar dan skrizofrenia. (Foto.Freepik.com)

KEADILAN – Kesehatan mental sangat penting bagi kehidupan. Hal ini demi menjalani aktifitas sehari hari dengan baik.

Gangguan mental merupakan penyakit yang mempengaruhi emosi, pola fikir dan perilaku seseorang. Seperti sakit pada fisik, sakit mental juga bisa diobati.

Namun, timbulnya penyakit gangguan mental belum bisa diketahui secara pasti. Akan tetapi, hal itu dapat diketahui dengan faktor biologis dan psikologis.

Begitu banyak penyakit mental yang timbul dalam diri seseorang selain depresi. Dua diantara penyakit mental tersebut ialah Bipolar dan Skrizofrenia.

Kebanyakan orang berfikir bahwa gangguan bipolar merupakan gangguan skrizofrenia.

Tahukah kamu? bipolar dan skizofrenia ialah dua gangguan mental kronis yang berbeda.

Berikut penjelasan perbedaan antara bipolar dan skrizofrenia seperti dilansir keadilan.id dari Healthline, Sabtu (19/11/2022).

Gangguan bipolar adalah sesuatu yang menyebabkan perubahan energi dan suasana hati.

Seseorang dengan gangguan bipolar akan beralih antara kegembiraan ekstrem dan depresi. Seseorang yang mengalami ini dapat melalui periode spontan suasana hati diikuti oleh periode perubahan suasana hati yang ekstrem.

Saat terjadi, perubahan suasana hati ini bisa mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas. Pada beberapa kasus, orang dengan gangguan bipolar juga dapat mengalami halusinasi dan delusi.

Seseorang dapat mengalami periode spontan suasana hati diikuti oleh periode perubahan suasana hati yang ekstrem.

Sedangkan skizofrenia  memiliki gejala yang lebih parah dari bipolar. Seseorang yang menderita skizofrenia biasanya mengalami halusinasi dan delusi. Halusinasi melibatkan melihat, mendengar, merasakan, mencium, atau merasakan hal-hal yang tidak ada. Delusi adalah keyakinan yang salah dan tidak rasional.

Orang dengan skizofrenia juga dapat mengalami pemikiran tak teratur yang dapat membuat mereka tidak dapat merawat diri sendiri. 

Skizofrenia biasanya tidak terlihat pada anak-anak. Biasanya, skizofrenia terjadi pada usia 16-30 tahun. Orang yang hidup dengan gangguan bipolar cenderung mengalami perubahan suasana hati yang intens dan terjadi dengan cepat atau dalam waktu yang lama.

Adapun perilaku lain yang termasuk gejala bipolar adalah gelisah, hiperaktif, gangguan tidur, sulit untuk fokus, cepat marah, percaya diri ekstrem, dan pikiran untuk bunuh diri. 

Gejala skizofrenia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu gejala positif dan gejala negatif. 
Gejala positif termasuk delusi dan halusinasi. Gejala negatif mungkin termasuk penarikan sosial atau menarik diri dari hubungan atau acara publik. 

8 tanda-tanda peringatan dini skizofrenia ialah:

1. Hilangnya minat dalam beraktivitas
2. Isolasi sosial
3. Murung
4. Adanya tindakan kekerasan terhadap diri sendiri
5. Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur
6. Membuat pernyataan yang irasional
7. Hipersensitivitas terhadap sentuhan, rasa, dan suara
8. Adanya prilaku yang mengejutkan.

Reporter : Lili Handayani
Editor : Syamsul Mahmuddin