Cara Efektif Mengatasi Gejala Baby Blues

Cara Efektif Mengatasi Gejala Baby BluesIlustrasi seorang ibu yang mengalami baby blues paska melahirkan. (foto.freepik)

KEADILAN – Beberapa wanita yang baru melahirkan biasanya mengalami perubahan yang signifikan. Mulai perasaan sedih, cemas, stres, sampai perubahan mood yang sangat cepat. Gejala tersebut bisa saja merupakan baby blues sindrom.

Gejala Baby blues disebabkan perubahan hormon seorang setelah melahirkan. Seperti dilansir keadilan.id melalui Healthline, Sabtu (19/11/2022), sindrom ini biasanya menyerang para ibu pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan, dan biasanya tak akan berlangsung lama. Baby blues bisa dikatakan sebagai depresi ringan para ibu yang baru melahirkan.

Para dokter belum mengetahui secara pasti penyebab pasti dari baby blues ini. Namun dilihat dari kondisi hormonal, ibu melahirkan mengalami perubahan hormon yang ekstrem.
Perubahan hormonal ini tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik namun kondisi psikologis seorang ibu bisa berubah pula. Maka dari itu kemungkinan besar adanya perubahan mood dapat terjadi. Faktor adanya perubahan jam tidur dan gaya hidup karena adanya bayi juga, dapat mempengaruhi seorang ibu mengalami baby blues.

Berikut tanda-tanda seorang ibu yang baru saja mengalami baby blues:
1. Ibu sering merasa cemas, sedih, dan akan menangis tanpa sebab.
2. Merasa capek, lesu, dan malas melakukan aktivitas.
3. Mengalami insomnia. 
4. Mengalami perubahan mood dan mudah tersinggung.
5. Merasa tidak ada keterikatan atau tidak ada hubungan yang kuat dengan bayi.
6. Kesulitan membuat keputusan dan tidak bisa berpikir dengan jernih.

Beberapa gejala tersebut biasanya yang paling terlihat adalah saat seorang ibu mengalami perubahan mood yang cepat seperti mudah menangis dan sensitif. Kemudian mengalami kesusahan tidur bahkan ada yang tidak bisa tidur sama sekali. 

Penyebab Baby Blues

Ibu yang sudah melahirkan dapat menderita baby blues karena kurangnya persiapan setelah melahirkan seorang bayi. Mereka kurang menyadari bahwa setelah melahirkan mereka akan menghadapi kelelahan. Rasa lelah yang berlebihan inilah yang menjadi salah satu faktor timbulnya baby blues. 

Selain itu, Baby blues juga dapat disebabkan karena rasa cemas yang berlebihan karena khawatir tidak bisa merawat sang bayi. Dari sinilah depresi ringan terjadi bagi penderita baby blues. Maka dari itu sangat diperlukan pengawasan yang khusus tidak hanya pada sang bayi tapi juga untuk sang ibu. 

Baby blues juga cenderung menyerang ibu muda, terutama yang hamil di usia dini sekitar 17 – 20 tahun. Kesiapan mental seorang remaja yang masih dalam masa pertumbuhan akan cenderung membuat sang ibu muda tidak bisa mengontrol emosinya dengan benar.

Jika tidak diatasi secepatnya sang ibu bisa saja mengalami depresi berkelanjutan yang bisa menyebabkan beberapa gangguan kejiwaan lainnya. Seperti  depresi postpartum, post-traumatic stress disorder (PTSD), hingga postpartum psychosis. Bahkan beberapa ibu yang mengalami baby blues berkelanjutan tidak ingin mendekati bayinya sama sekali karena merasa bersalah.

Apa yang sebaiknya dilakukan jika mengalami baby blues?

Jika masih dalam tahap depresi ringan dan gangguan yang dialami meliputi perubahan mood dan susah tertidur, kamu bisa melakukan beberapa hal di bawah ini: 

1. Tidur Teratur
Tidur dapat membantu ibu memiliki pemikiran yang jernih dan dapat mengistirahatkan badan yang sedang dalam proses pemulihan. Adapun tips yang bisa ibu lakukan agar dapat tidur adalah ketika sang bayi tidur terlelap ada baiknya sang ibu juga ikut beristirahat dengan sang bayi. Jangan menggunakan obat tidur karena ini bisa berefek fatal pada sang bayi juga.

2. Bersosialisasi
Rasa sakit yang timbul dan rasa lelah pasti akan ada usai melahirkan. Untuk itu, kamu bisa menyalurkan emosi dengan berbicara dengan orang terdekat.

3. Makan Teratur dan Sering Berjalan
Ibu yang masih dalam masa menyusui memerlukan asupan makanan yang sehat dan bergizi. Agar sang ibu tetap dalam kondisi prima dan bayi dapat tumbuh dan berkembang secara sehat. Melakukan jalan-jalan di luar ruangan sangat baik untuk kondisi sang ibu.

4. Hobi
Lakukan hobi yang menurutmu menyenanagkan dan kamu sukai. Hal itu dapat dilakukan jika kondisi tubuh dirasa sudah prima. Mendengarkan musik bahkan menonton film pun bisa dilakukan. Hal ini akan mengurangi kejenuhan dari aktifitas harimu.

5. Meminta Tolong
Saat mengalami kesulitan, jangan khawatir untuk meminta pertolongan langsung kepada keluarga ataupun suami. Tidak perlu memendam suatu hal yang dianggap sulit. Hal itu malah semakin memicu kelelahan hingga menimbulkan depresi. ika gejala-gejala di atas sudah tidak dapat diatasi sendiri maka sang ibu bisa mengunjungi ahlinya seperti psikolog ataupun psikiater. Jangan memendam kesulitan sendiri karena hal itu dapat memicu kelelahan yang bisa berujung pada depresi.

Apabila gejala-gejala tersebut masih terus berlangsung bahkan tidak dapat diatasi sendiri maka kamu perlu mengunjungi psikolog ataupun psikiater.

Reporter : Lili Handayani
Editor : Syamsul Mahmuddin