Apa Pemicu Insomnia, Ini Penjelasan Ahli

Apa Pemicu Insomnia, Ini Penjelasan AhliIlustrasi seseorang yang mengalami insomnia. (Foto.freepik.com)

KEADILAN – Sulit tidur atau gangguan tidur yang disebut insomnia sering terjadi pada orang dewasa. Pemicunya, makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur. Termasuk mengkonsumsi kudapan.

Umumnya, manusia membutuhkan waktu tidur selama 8 jam sehari. Hal ini merupakan sesuatu yang dibutuhkan tubuh agar tetap berada pada kondisi yang fit.

Tidur merupakan keadaan tidak sadar yang terjadi secara alami untuk memungkinkan tubuh untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh akan melalui siklus yang bergantian antara tidur gerakan mata cepat dan tidur non-gerakan mata cepat.

Insomnia umumnya terjadi dalam jangka pendek (akut) hingga jangka panjang (kronis).

Dilansir keadilan.id dari laman The Healthy, Sabtu (19/11/2022), ahli biologi sel Benjamin Bikman mengatakan tidur yang baik berjalan seiring dengan kebiasaan lain.
Jika Anda makan terlalu dekat dengan waktu tidur, itu sama dengan menyabotase tidur Anda.

Bikman menjelaskan bahwa masalah tersebut terletak pada sistem saraf simpatik yang fungsinya mengontrol proses dalam tubuh seperti pernapasan, detak jantung, dan pencernaan. Makan terlalu larut malam bisa membuat saraf simpatik bekerja.

Sementara, sistem saraf parasimpatik bertanggungjawab untuk membantu Anda merespons situasi stress atau bahaya dengan mempercepat detak jantung. “Saat kita makan, ada peningkatan alami subu tubuh,” ujar Bikman.

Ia menjelaskan, kenaikan suhu ini menunjukkan bahwa tubuh bekerja untuk mencerna makanan.

“Selain itu, jika makanan atau kudapan ternyata meningkatkan kadar glukosa darah, itu mengaktifkan sistem saraf simpatik yang membuat kita merasa cemas, meningkatkan kadar denyut jantung dan tekanan darah,” tuturnya.

Menurut keterangan Bikman, banyak orang percaya bahwa itu hanyalah gejala kecemasan atau mungkin kurang tidur. “Itu hanya respons tubuh terhadap makan makanan berlebihan yang salah sebelum tidur,” ucapnya.

Waktu makan malam bergantung pada apa yang dikonsumsi. Kecenderungan yang merugikan adalah mengkonsumsi makanan ringan yang dapat meningkatkan glukosa darah. Idealnya glukosa darah berada di bawah 90 miligram per desiliter ketika puasa saat bersiap untuk tidur. Dibutuhkan waktu sekira tiga-empat jam untuk menormalkan kadar glukosa.

Berikut tiga hal penting untuk menjaga makan malam tetap sehat menurut Bikman;

1. Kendalikan karbohidrat (termasuk gula olahan)

2. Jangan khawatir dengan lemak karena memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada glukosa darah.

3. Prioritaskan protein, karena protein membantu merasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan

Untuk itu, pastikan makan tiga jam sebelum tidur. Jangan mengkonsumsi susu hangat dan kue kue. Lebih baik memilih makan yang berprotein dan berlemak sehat agar memproleh tidur yang nyeyak.

Reporter : Lili Handayani
Editor : Syamsul Mahmuddin.