Servant Leadership, Solusi Kepemimpinan Terbaik di Era Disrupsi dan Uncertainly

Servant Leadership, Solusi Kepemimpinan Terbaik di Era Disrupsi dan UncertainlyKombes Pol Dr. M. Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM saat memberikan orasi ilmiah tentang kepemimpinan. (Foto. Istimewa)

KEADILAN – Servant leadership atau kepemimpinan yang melayani menjadi akternatif gaya kepemimpinan saat ini. Demikian dikatakan Kombes Pol Dr. M. Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM, dalam orasi ilmiahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya-Makassar, Sabtu (19/11/2022).

Dijelaskan Arsal, servant leadership sudah ada sejak 30 tahun lalu. Tepatnya sejak tahun 1970. Tetapi saat ini mencuat kembali karena dianggap lebih sesuai dengan tantangan jaman yang ada.

Servent leadership sebenarnya muncul dari kejenuhan kepemimpinan model birokrasi, yang prosesnya sangat panjang dalam pengambilan keputusan.

“Servant leadership adalah solusi dan jalan terbaik untuk era disrupsi dan Uncertainly baik du dunia usaha maupun public services saat ini,” kata Arsal.

Lebih dijelaskan, servant leadership didasarkan pada premis bahwa pemimpin yang paling mampu memotivasi pengikutnya adalah mereka yang paling tidak fokus pada pemuasan kebutuhan pribadi dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pengikutnya.

“Ketika seorang pemimpin menempatkan prioritas pada pemberian dukungan secara nyata dan emosional untuk membantu pengikutnya dalam mencapai potensi penuh mereka, maka mereka akan melihat pemimpin tersebut sebagai panutan, sehingga mereka menjadi loyal. akhirnya para pengikut akan menjalankan apa yang ditugaskan dengan sukarela tanpa ada paksaan,” urai Arsal.

Servant Leadership, Solusi Kepemimpinan Terbaik di Era Disrupsi dan Uncertainly 1

Caranya, kata Arsal, seorang pemimpin harus terbiasa mendengar, memahami apa maunya staf atau masyarakat. “Kalau kita terbiasa mendengar secara aktif, maka kita akan terbiasa berada pada posisi orang lain, kita jadi tahu apa butuhnya pengikut kita untuk mencapai potensi penuh mereka. tempatkan sejajar dengan staf supaya mereka tidak segan menyampaikan problemnya,” katanya.

“Perlu di ketahui bahwa orang atau bawahan kita tidak terlalu peduli sepintar apa pimpinannya, sampai ia tahu seberapa besar pimpinannya peduli dan mau membantunya” kata Arsal.

Servant leadership diperkenalkan pertama kali oleh Robert K Greenleaf pada tahun 1970 dan terus dikembangkan oleh muridnya yang bernama Larry C Spear.

Orasi Ilmiah ini dilakukan pada acara wisuda sebanyak 236 sarjana S1 Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya Makassar. Wisuda digelar di Aula Lasharan Garden, Kota Makassar.

Reporter: Penerus Bonar