Sinergitas Palu dan Pena

Sinergitas Palu dan Pena

Saut Maruli Tua Pasaribu, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kelas 1A Khusus

KEADILAN – Jumat, 8 Juli 2022 lalu, ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kelas 1A Khusus “disulap” layaknya ruang perjamuan dengan meja-meja bundar. Perjamuan itu dibuat, Saut Maruli Tua Pasaribu, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk para awak media dalam suatu kegiatan bertajuk coffee morning.

Tujuannya, agar tercipta sinergitas yang lebih baik antara awak media dan semua jajaran di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Keakraban yang terjadi diantara kedua profesi dalam mencari fakta suatu perkara merupakan momen awal, mulai saat ini dan seterusnya,” kata Saut.

Memimpin PN Jaksel sejak, 17 Februari 2022, banyak hal dan harapan yang ingin dicapai oleh lembaga peradilan ini. Termasuk, meminta saran dan masukan dalam tata kelola informasi pengadilan guna meningkatkan penataan manajamen dalam pelayanan kepada pencari keadilan.

Sebagai perbaikan, mantan Ketua Pengadilan Negeri Pekan Baru ini akan me-launching Antrian Sidang. Tujuannya, untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman di lingkungan pengadilan.

“Siapa yang duluan datang akan duluan sidang,” sebutnya.

Dalam hal pelayanan, Saut Maruli Tua Pasaribu juga sangat memperhatikan kaum disabilitas.  Hal ini dibuktikan adanya sarana dan prasarana pendukung, seperti website difabel, parkir khusus disabilitas, guiding block, kursi tunggu khusus disabilitas, kartu prioritas difabel dan buku huruf braille. Selain itu, tersedia juga kursi roda, alat bantu dengar, peralatan tongkat dan walker difabel, ruang sidang khusus difabel sampai toilet khusus difabel.

Pun dengan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang ada. Dipastikannya, data yang tersedia terus di-update setiap ada perkara masuk hingga perubahan data lainnya. Dan ini bisa dimanfaatkan siapa saja. Baik pihak berperkara, akademisi, media massa hingga masyarakat umum.

“Kesamaan tugas hakim dan wartawan adalah sama sama mencari fakta dalam suatu perkara. Dan sudah sepatutnya kita berkolaborasi, menciptakan sinergi antara  palu dan pena,” pungkasnya.

Reporter: Chairul Zein