Rana Tonjong, Danau Lotus Terbesar Kedua di Dunia

Rana Tonjong, Danau Lotus Terbesar Kedua di DuniaDanau Rana Tonjong (Foto: Instagram @Iyanflo)

KEADILAN – Menikmati keindahan Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya terhenti di Kabupaten Manggarai Barat yang terkenal dengan binatang Komodo dan keindahan pulaunya. Tetapi ada destinasi wisata lain yang harus Anda lihat. Yaitu, Danau Rana Tonjong.

Terletak di Desa Nangabaras, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, Danau Rana Tonjong merupakan danau lotus (teratai) terbesar kedua di dunia, setelah danau serupa di India bagian Utara.

Danau dengan hamparan bunga teratai ini sesuai dengan namanya. Yakni, rana yang artinya rawa-rawa dan tonjong yang berarti teratai. Sarana dan prasarana untuk menuju kawasan seluas 3,5 hektare ini sudah lumayan mulus, dan lokasi tidak sulit untuk ditemukan. Sebab, hanya berjarak sekitar 900 meter dari Pota—ibukota—Kecamatan Sambi Rampas.

Hamparan teratai yang memenuhi danau akan membuat decak kagum pengunjung yang melihatnya.

Ada kisah unik dari teratai yang ada di danau ini. Salah satunya, teratai yang tak bisa berkembang biak di tempat lain. Buah tonjong yang dihasilkan bisa juga untuk dimakan dan kerapa dijajakan kepada pengunjung. Waktu mekar terbaik bagi tonjong pada bulan Maret sampai bulan Mei.

Berwisata ke danau tersebut dapat ditempuh melalui dua rute perjalanan. Perjalanan pertama bisa ditempuh dari Borong, ibukota Kabupaten Manggarai Timur dan kedua dari Kota Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai. Rute dari Borong harus melewati Bealaing, Lamba Leda Selatan.

Perjalanan dilanjutkan ke Watunggong, Kemudian menuju Lengko Ajang, Kecamatan Congkar hingga ke Pota. Jarak yang ditempuh sekitar 130 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Sementara rute dari Ruteng harus melewati Reo, Kecamatan Reok. Selanjutnya melewati jalan Reo-Dampek hingga ke Pota. Perjalanan ini menempuh jarak sekitar 90 km dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.

Bagi para pelancong, jangan takut. Akses menuju danau tersebut telah dibuat oleh pemerintah setempat. Begitu pula fasilitas tambahan serta saung untuk berteduh.

Reporter: Odorikus Holang