Update Gempa Cianjur, Korban Tewas 268 Orang, 122 Teridentifikasi

Update Gempa Cianjur, Korban Tewas 268 Orang, 122 TeridentifikasiTim SAR saat melakukan evakuasi korban. (Dok.Basarnas)

KEADILAN – Tim Search And Rescue (SAR) menyampaikan jumlah korban meninggal dunia mencapai 268 jiwa. 122 korban yang meninggal dunia sudah dapat teridentifikasi identitasnya. Sedangkan 151 masih dilakukan pencarian.

“Update 268 yang teridentifikasi 122 orang, yang lain belum teridentifikasi,” terang Kepala Biro Humas dan Umum, S. Riyadi dikutip keadilan.id melalui keterangan pers, Selasa (22/11/2022).

Hingga saat ini, tim SAR masih terus berupaya mencari korban gempa bumi Cianjur. Pada hari kedua operasi siang tadi, tim SAR telah mengevakuasi 13 korban. Tim SAR membagi tim menjadi 5 yaitu tim Alfa, Bravo, Charly, Delta, dan Echo.

Dalam evakuasi tim Alfa menemukan 1 korban anak laki-laki meninggal di Desa Benjot, Cijendil. Tim Bravo mengevakuasi 1 korban meninggal dunia di Dusun Gintung dan 1 korban di Desa Gasol.

Tim Charly mengevakuasi 8 korban meninggal dunia di Warung Sate Shinta yang terkena terjangan tanah longsor. Salah satu korban anak-anak. Tim Delta masih beroperasi di Warung Kondang.

Sedangkan tim Echo mengevakuasi 2 korban dari pondok pesantren Kampung Ciherang, Panembong.

Seluruh korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Tim SAR menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membongkar reruntuhan dan mengevakuasi korban. Seluruh korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Cianjur.

Sementara, data rilis resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi merilis data jumlah korban. Terdapat 268 korban meninggal dan 151 masih dilakukan pencarian. Sementara itu, dari 268 korban meninggal, baru 122 jenazah berhasil diidentifikasi.

“Korban meninggal dunia untuk sementara ada 268 orang, dan teridentifikasi 122 orang. Sementara korban hilang dan masih dilakukan pencarian sebanyak 151 orang,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers, Selasa (22/11/2022), sore.

Reporter : Lili Handayani
Editor : Syamsul Mahmuddin