Gempa Cianjur, 3 Hari Tertimbun Anak 6 Tahun Selamat, Ibunya Meninggal

Gempa Cianjur, 3 Hari Tertimbun Anak 6 Tahun Selamat, Ibunya MeninggalKepala Basarnas Henri Alfiandi. (Foto. Tangkapan layar video Basarnas)

KEADILAN – Tim Search and Rescue (SAR) berhasil mengevakuasi seorang anak laki-laki di bawah reruntuhan atap rumah paska gempa Cianjur, Rabu (23/11/2022). Azka yang masih berusia 6 tahun ditemukan dalam keadaan selamat, usai tertimbun reruntuhan selama tiga hari.

“Proses evakuasi korban bernama Azka (usia) 6 tahun selamat, korban dievakuasi selamat oleh tim damkar di reruntuhan bangunan rumah di Rawacina,” ungkap Kepala Basarnas Henri Alfiandi, kepada keadilan.id, Rabu (23/11/2022).

Azka merupakan salah satu korban yang dinyatakan hilang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan data Selasa (22-11).

Atas izin Tuhan, Azka berhasil ditemukan pada Rabu, pukul 11.15 WIB dibalik reruntuhan rumahnya sendiri. Azka merupakan warga dari Kampung Rawa Cina, Desa Nagrak, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Adapun Kecamatan Cugenang merupakan wilayah paling parah terdampak  akibat gempa yang terjadi pada Senin (21-11), pukul 13.21 WIB.


Kini, Azka tengah dirawat di RSUD Cianjur yang terletak di Tenda C. Adapun pasien korban gempa di RSUD Cianjur memang dirawat di luar gedung guna mengantisipasi gempa.

Cerita penemuan Azka bermula saat Tim SAR mulai melakukan pencarian yang difokuskan di empat titik di Kecamatan Cugenang pukul 07.00 WIB pagi. Diduga, lokasi tersebut masih banyak korban yang tertimbun.

Tim SAR itu merupakan tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, hingga petugas pemadam kebakaran dan para relawan kebencanaan. Tim tersebut pun menyisir kawasan Cugenang, tak terkecuali Kampung Rawa Cina.

Kemudian sejumlah personel Tim SAR itu berkoordinasi dengan warga untuk menunjukkan titik diduga adanya korban yang tertimbun. Paman Azka, Wahyudin (29), saat itu menunjukkan kepada personel Tim SAR di mana Azka diduga berada terakhir kalinya sebelum gempa Bumi melanda.
Menurut Wahyudin, Azka berada di kamarnya yang kini bangunannya telah ambruk.

Akhirnya para personel dari Tim SAR mencoba membobol tembok kamar yang telah ambruk di rumah Azka. Yang ditemukan adalah kayu lapis atau tripleks. Akan tetapi, saat itu pula ditemukan ada tanda-tanda kehidupan.

Saat itu, Azka mulai melihat cahaya dan tangan-tangan dari petugas Tim SAR yang berusaha meraihnya. Dan akhirnya Azka berhasil dikeluarkan dari reruntuhan bangunan dan langsung diserahkan ke pamannya.

Namun sangat disayangkan, ibu kandung Azka lebih dulu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (22/11/2022). Ayah kandung Azka tengah berada di Bandung, dan segera menemui Azka saat mengetahui anaknya tersebut ditemukan dalam keadaan selamat.

Di samping itu, nenek Azka pun kini masih dalam upaya pencarian oleh Tim SAR. Wahyudin menduga nenek Azka masih terperangkap di rumah Azka yang ambruk itu karena di rumah itu ada tiga orang yang tinggal yakni Azka, ibunya, dan neneknya.

Komandan Resimen Pasukan 1 Pelopor Brimob Petugas SAR Iptu Eddy mengatakan di Kampung Rawa Cina itu ada 51 personel SAR dan 10 petugas preventif yang melakukan pencarian korban.

“Dilaporkan satu korban wanita masih tertimbun, sedang dalam proses pencarian menggunakan peralatan dari Damkar,” kata Eddy.

Bagi petugas, ditemukan dan diselamatkannya Azka dalam kondisi hidup menjadi penyemangat untuk menemukan korban-korban lain yang masih dinyatakan hilang.

Reporter : Lili Handayani
Editor : Syamsul Mahmuddin