Sekjen KY Berharap Anggota KY Baru Tingkatkan Kinerja KY

Sekjen KY Berharap Anggota KY Baru Tingkatkan Kinerja KY

KEADILAN – Menjelang berakhirnya masa jabatan anggota Komisi Yudisial (KY) pada Desember 2020 mendatang, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 28/P Tahun 2020 tanggal 11 Maret 2020 juga telah menetapkan Pansel Pemilihan Calon Anggota KY. Pansel tersebut dipimpin Maruarar Siahaan dengan anggota Harkristuti Harkrisnowo, Edward Omar Sharif Hiariej, Ahmad Fikri Assegaf, dan I Dewa Gede Palguna.

“Pansel dibentuk untuk merekrut Anggota KY secara transparan, partisipatif, objektif, dan akuntabel,” kata Maruarar Siahaan dalam siaran pers yang dirilis oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Untuk menjaring figur komisioner KY periode mendatang, Pansel telah membuka secara resmi pendaftara seleksi Calon Anggota Komisi Yudisial sejak 1 April 2020. Seleksi ini akan berakhir pada 22 April 2020 mendatang. Bagi calon yang memenuhi persyaratan dapat langsung mendaftar melalui Website Administrasi Panitia Seleksi Elektronik (APEL).

Sesuai tugas yang dimandatkan oleh Presiden, pansel mengumumkan dan melakukan pendaftaran penerimaan para calon, kemudian menyeleksi dan menentukan tujuh orang serta menyampaikannya kepada Presiden untuk diteruskan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Lebih lanjut, bagi masyarakat yang ingin melihat Pengumuman Pendaftaran Seleksi Pemilihan Calon Anggota KY Tahun 2020 secara lengkap, dan mengunduh format daftar riwayat hidup serta surat-surat pernyataaan dapat mengunjungi  www.setneg.go.id.

Sekretaris Jenderal KY, Tubagus Rismunandar Ruhijat, mengapresiasi langkah pansel dalam mencari calon Anggota KY Periode 2020-2025. Ia yakin, pansel calon Anggota KY tersebut akan dapat menjamin kemunculan kandidat calon Anggota KY yang berkapabilitas dan berintegritas.

Ia juga berharap agar Anggota KY yang terpilih dapat meningkatkan sinergi dan menjalin komunikasi yang intens dengan stakeholder, seperti Mahkamah Agung (MA),  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), lembaga negara lainnya, dan aparat penegak hukum lainnya.  “Dengan mengedepankan sinergi antar lembaga diyakini akan meningkatkan kinerja yang positif. Sehingga cita-cita peradilan bersih dan menjaga integritas hakim dapat terwujud,” pungkas Tubagus Rismunandar. BUDI SATRIA DEWAN TORO