Derita Ojol dan Tanggung Jawab Perusahaan Aplikasi

Derita Ojol dan Tanggung Jawab Perusahaan Aplikasi

KEADILAN – Sebagai kelompok yang terdampak pandemi Covid-19 pengemudi ojek online (ojol) mengalami penurunan pendapatan. Ridin, ojol Gojok yang tinggal di Kwitang, Jakarta Pusat ini mengaku jika sepanjang hari ini, Jumat (17/4) dia baru memperoleh dua order dengan total pendapatan sebesar Rp34 Ribu.
Untuk meringankan beban para mitra pengemudinya, menurut Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo, perusahaannya telah menyisihkan dana untuk memberi donasi total Rp 20 miliar. Donasi tersebut akan disalurkan dalam bentuk voucher digital untuk berbelanja di Alfamart. Masing-masing driver akan memperoleh voucher senilai Rp 100 ribu.
Selain bantuan sembako Gojek rencanakan membagi 1 juta voucher makan senilai Rp5 ribu per pekan kepada mitra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Ridin mengaku memang sempat memperoleh voucher belanja sebesar Rp100 rb dari perusahaan aplikator jasa angkutan online yang menjadi mitranya (Gojek). Namun bantuan tersebut baru sekali diterima, dan ia tidak tahu apakah bantuan serupa akan diterimanya kembali (bantuan reguler, red).
Sama halnya dengan Ridin, ojol lainnya sebut saja Pian juga telah menerima bantuan voucher tersebut yang dibelanjakannya ke Alfamart. Bantuan seperti itu baru sekali itu diterima Pian. Sedangkan bantuan dari pemerintah DKI Jakarta belum menjangkau dirinya.
Berbeda dari Ridin dan Pian, ojol yang juga merupakan mitra dari perusahan aplikator yang sama dengan keduanya yakni Sas menyebut dirinya belum pernah menerima bantuan apapun dari perusahaan aplikator. “Saya gak pernah dapat bantuan dari Gojek selama Covid-19,” tandas Sas ojol yang tinggal di kawasan Jakarta Timur ini.
Sas menambahkan disaat dirinya menerima order dari pelanggan, sebagai mitra pengemudi Gojek ia tak pernah mendapat bonus berupa sembako.
Selain akan memperoleh bantuan dari perusahaan aplikator, ojol juga akan memperoleh cashback yang besarnya hingga 50% dari Pertamina dengan maksimal nilai Rp15 ribu per hari. Sayang ketentuan ini hanya berlaku untuk 10 ribu pengemudi ojek online setiap harinya.
Menanggapi hal ini, Ketua Bidang UMKM dan Koperasi Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahmuddin Muslim mengatakan jika prinsip umum pertamina adalah perusahaan negara yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, maka seluruh rakyat harus mendapatkan fasilitas yang sama dari pertamina.
Namun, pemberian cashback itu tentu disesuaikan dengan skala prioritas entitas yang terdampak. Jika semua di fasilitasi oleh pertamina tentu tidak cukup kemampuan pertamina melakukan coverage cashback secara menyeluruh.  “Nah menjadi penting apa yang prioritas pertamina? Pertamina mesti melakukan mapping secara komprehensif data masyarakat yang terdampak? Apa pertamina memiliki data mapping itu? Wallhualam… ,” ujar Mahmuddin.
Jika memiliki mapping tersebut, pertamina sampaikan saja ke publik, sehingga pemberian cashback pada ojol atau kelompok manapun membuat kita atau masyarakat bisa mafhum atas kebijakan itu. “Jadi saya tidak setuju jika debatnya ini moda transportasi umum atau tidak. Tapi itu warga Indonesia. Maka mapping jadi kata kunci.” ujar mantan sekjen Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) itu.
Terkait dengan tanggung jawab dari perusahaan aplikator, dalam hal ini Gojek, Mahmuddin menyatakan dengan melihat portofolio perusahaan ojol beberapa tahun sebelum Covid-19, perusahaan ini meraup keuntungan yang signifikan. Oleh karena itu sudah sewajarnya dalam situasi seperti ini, aplikator ojol tersebut memberi contoh  gotong royong dengan memberikan insentif yang mencukupi untuk para mitra pengemudinya itu.
Apalagi mereka telah menerbitkan konten campaign untuk saling tolong menolong. Perusahaan ojol ini mestinya tampil paling terdepan memberikan insentif.
“Mungkin situasi sekarang ini, perusahaan bisa mempraktikkan secara kongkrit gotong royong sebagai nilai dasar bangsa Indonesia. Jangan ketika untung pemilik saham senang, tapi ketika situasi darurat begini mereka malah minta dibantu. Tragis namanya itu,” sindir Mahmuddin. BUDI SATRIA DEWANTORO

Editor      :
Reporter :