Ferdy Sambo Dituntut Seumur Hidup

Ferdy Sambo Dituntut Seumur HidupFerdy Sambo memeluk kuasa hukumnya usai menjalani persidangan di PN Jakarta Selatan. foto. Charlie Tobing/keadilan.id

KEADILAN – Terdakwa Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. Jaksa penuntut umum (JPU) meyakini, Sambo terbukti secarah sah dan meyakinkan merencanakan pembunuhan dan merintangi penyidikan kasus tewasnya Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ferdy Sambo dengan pidana seumur hidup” ujar JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).

Ricky dan Kuat Dituntut 8 Tahun Penjara

Jaksa menjelaskan, Sambo terbukti melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dan Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 ayat 1 ke 1.

Jaksa menyebut, hal-hal yang memberatkan tuntutan yaitu, perbuatan Sambo mengakibatkan luka yang mendalam bagi keluarga Brigadir J.

Menurut jaksa, terdakwa juga berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan tidak mengakui perbuatannya.

Selain itu, kata jaksa, perbuatan Sambo menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan membuat banyak anggota Polri turut terlibat.

“Perbuatan terdakwa tidak sepantasnya sebagai aparatur penegak hukum dan petinggi Polri. Perbuatan terdakwa telah mencoreng institusi Polri di mata masyarakat dunia dan internasional,” tegas jaksa.

Sementara, untuk hal-hal yang meringankan tuntutan tidak ada. Sidang ditutup. Dilanjutkan di pekan berikutnya dengan agenda pembacaan nota pembelaan.

Sebelumnya diketahui, dalam perkara ini Ferdy Sambo, bersama istrinya, Putri Chandrawathi serta tiga terdakwa lainnya, yaitu Bharada Richard Eliezer, Kuat Maruf dan Ricky Rizal didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Mereka didakwa dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Pada sidang sebelumnya, Kuat dan Ricky dituntut 8 tahun penjara. Sedangkan untuk Putri dan Eliezer akan menjalani sidang tuntutan besok, Rabu (18/1/2023).

Reporter: Charlie Tobing
Editor: Darman Tanjung