BNN Akui Sangat Ketat Simpan Barang Bukti Narkotika

BNN Akui Sangat Ketat Simpan Barang Bukti NarkotikaKomjen Pol Petrus Reinhard Golose. (Istimewa)

KEADILAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengakui sangat ketat menyimpan barang bukti (Barbuk) narkotika. Penyimpanan Barbuk tersebut atas perintah Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Pasal 44 KUHAP dan Peraturan Kepala BNN Nomor 7 Tahun 2010.

“Kita menyisihkan ingat, by the law dari UU boleh disisihkan untuk kepentingan penyidikan dan penuntutan, pro justitia dan juga penelitian,” ujar Kepala BNN Komjen Pol Petrus Reinhard Golose di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2023).

Menurut Petrus, pihaknya hanya menyisihkan 0,1 gram untuk penelitian dari barbuk yang disita dari para pengedar narkotika.

“Jadi 0,1 bukan penyisihannya berkilo-kilo. Tapi itu kontrol. Kemudian kontrol ke dalam itu direktoratnya berbeda. Ada inspektorat ada juga direktur tahanan dan Barbuk,” jelasnya.

“Kemudian pada waktu pelaksanaan juga kontrol oleh masyarakat. Kita mengundang semua stakeholder untuk menyaksikan dan dites di depan umum, ada juga direktur tahanan dan barang bukti,” tambahnya.

Untuk itu kata Petrus, kemungkinan untuk melakukan pelanggaran dalam penyisihan Barbuk sangat kecil.

“Pelaksanaan juga terkontrol. Jadi sangat kecil kemungkinan terjadi pelanggaran dalam penyisihan barang bukti apabila dilakukan sesuai standar operasional prosedur,” tegasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar