Bongkar Kasus Narkoba, BNN Pamerkan Data Kepada DPR RI

Bongkar Kasus Narkoba, BNN Pamerkan Data Kepada DPR RISuasana rapat BNN dengan Komisi III DPR RI di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Rabu (18/1/2023). (Odorikus Holang/keadilan.id)

KEADILAN – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose memamerkan data pengungkapan kasus narkoba tahun 2022 dalam Rapat Kerja bersama Komisi III, kompleks parlemen, Senayan, Rabu (18/1/2023).

Petrus menuturkan, pihaknya membongkar 851 kasus narkoba dari 49 jaringan narkotika sepanjang 2022. Penindakan tersebut baik terhadap jaringan internasional golden triangle dan jaringan produksi narkotika clandestine laboratory Batam dan clandestine laboratory Pekanbaru.

“Telah diungkap 851 kasus dengan 1.350 tersangka dan 49 jaringan,” beber Petrus.

Petrus mengatakan, selama 2022 BNN telah menyita barang bukti sebanyak 1,904 ton sabu, 1,06 ton ganja atau Cannabies, 262.789 butir ekstasi, dan 16,5 kg serbuk ekstasi.

“Operasi pemusnahan lahan ganja seluas 63,9 hektar ladang ganja dan 152,6 ton ganja basah,” katanya.

Petrus mengatakan, pihaknya telah menyelamatkan 12,2 juta generasi bangsa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Kemudian, jumlah aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebanyak 33,82 miliar.

“BNN telah menyelamatkan 12,2 juta generasi bangsa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Jumlah aset TPPU yang disita, dari 17 kasus dan 20 orang yang tersangka, disita aset TPPU sebanyak 33,82 miliar,” tegasnya.

“Dilakukan operasi gabungan sebanyak 181 kali bekerja sama dengan Bea Cukai, Polri, TNI, kementerian/lembaga terkait, PT Angkasa Pura, pemerintah daerah, lembaga pembinaan khusus anak, dan jasa ekspedisi,” tukasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: BNN Akui Sangat Ketat Simpan Barang Bukti Narkotika