Sri Mulyani Sebut Frans Seda Telah Bangun Indonesia di Bidang Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Frans Seda Telah Bangun Indonesia di Bidang EkonomiFrans Seda. (Foto. Istimewa)

KEADILAN – Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda disebut telah mengisi dan membangun Indonesia terutama di bidang keuangan dan ekonomi.

Hal tersebut dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional yang bertajuk “Merajut Nilai Keutamaan Frans Seda dalam Menata Kemajuan Bangsa” di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (20/1/2023).

“Sosok Frans Seda bisa dikatakan melampaui apa yang semuanya bisa kita bayangkan sebagai manusia lahir dari sebuah pelosok Maumere di NTT.
Dan kemudian terus meneruskan pendidikannya dan mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Lanjut Sri Mulyani, Frans Seda adalah seorang nasionalis tulen dan sangat peduli dengan pendidikan. Hal tersebut terlihat dari kiprah Frans Seda yang mendirikan Universitas Atmajaya Jakarta. Itu sebagai bentuk darma baktinya di bidang pendidikan.

“Saya sebagai seorang ekonom dan juga sekaligus teknokrat penerus yunior bagi seorang Frans Seda. Beliau adalah teknokrat senior dan juga teknokrat dari generasi pertama sebagai fondasi perkonomian negara,” tegasnya.

“Beliaulah sosok guru yang mengajarkan kepada saya sebuah komitmen nasional, tanggungjawab dan prinsip teguh untuk bisa mencapai cita-cita atau mewujudkan ide,” tambahnya.

Dikatakan Sri Mulyani, perjalanan Frans Seda di Kementerian Keuangan dimulai sejak diangkat menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Ampera I. Dia ditunjuk pada 28 Juli 1966.

Saat menjabat sebagai Menteri Keuangan kata Sri Mulyani, Indonesia menghadapi keadaan ekonomi dengan inflasi 650%. Dengan kondisi ekonomi yang seperti itu, Frans Seda sebagai Menteri Keuangan diandalkan untuk memutar haluan kebijakan pembangunan nasional.

“Inflasi yang sungguh sangat tinggi atau hiper inflation adalah akibat dari pengelolaan uang negara waktu itu yang sama sekali tidak memperhatikan disiplin dengan menerapkan defisit anggaran dan tidak terbatas danai melalui pencetakan uang,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut kata Sri Mulyani, Frans Seda segera melakukan pembenahan anggaran, di mana sebelumnya praktis segala urusan negara dilakukan tanpa perencanaan anggaran yang matang.

Secara umum, kebijakan yang dilakukan untuk melakukan stabilitas ekonomi adalah dengan menertibkan anggaran, menertibkan sektor perbankan, mengembalikan ekonomi pasar dan memperhatikan sektor ekonomi.

Frans Seda saat itu kata Sri Mulyani mencanangkan konsep anggaran berimbang. Anggaran ini disesuaikan dengan pengeluaran. “Pak Frans Seda kemudian menerapkan apa yang disebut prinsip balance budget di bidang keuangan negara,” katanya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar