Rohmahurmuzy Dituntut 4 Tahun Penjara

Rohmahurmuzy Dituntut 4 Tahun Penjara

KEADILAN – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rohmahurmuzy, dituntut empat tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsidier lima bulan kurungan dalam kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Selain itu, Jaksa KPK juga menuntut pidana tambahan berupa pembayaran uang sebesar Rp 46,4 juta dan dituntut pencabutan hak politik selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok.

“Kami menuntut agar majelis hakim memutuskan menyatakan terdakwa Romahurmuziy terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah,” kata Jaksa KPK, Wawa Yunarwanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/1/2020).

Romi, sapaannya, dinilai terbukti menerima suap dari eks Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik M Muafaq Wirahadi.

Jaksa menjelaskan, Romi menerima suap terkait jabatan di Kemenag. Romi disebut meminta Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi Menteri Agama untuk mengangkat Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim dan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Sebagai imbalannya, ia menerima ratusan juta rupiah dari Haris dan Muafaq. Dalam perkara ini, Haris telah divonis 2 tahun penjara dan Muafaq 1,5 tahun penjara.

Atas perbuatannya, Romi dituntut dengan Pasal 11 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Ainul GhurriYu