Bullying Berujung Maut

Bullying Berujung Maut

Kesal di-bully, Cecep akhirnya menghabisi temannya. Pesta miras yang berujung maut.
Aksi bully berujung kematian terjadi di sebuah warung kopi di kawasan Paseban, Jakarta Pusat. Korban bernama NRA alias Asa (52) dipukuli hingga tewas hanya karena menghina dan cenderung menyudutkan pelaku MNA alias Cecep (43).

Kapolsek Senen Kompol Ewo Sarmono mengatakan, kejadian bermula ketika antara korban, pelaku serta dua saksi lainnya berpesta minum-minuman keras.

“Kejadian ini berlangsung Jumat 31 Januari 2020 lalu,” kata Ewo di Polsek Senen, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

Ewo menjelaskan, Asa yang dalam keadaan mabuk mem-bully Cecep dengan kata-kata yang kasar. Seperti menghina pribadi dan memegang kepala maupun kerahnya.

“Tersangka ini masih sabar dan tak membalas ledekan korban,” ungkap Ewo.

Setelah minuman tersebut habis, Asa masih memojokkan Cecep sambil mengeluarkan perkataan yang menyinggungnya. Sementara, sejumlah saksi sempat melerai keduanya agar tak berujung pertengkaran.

“Saksi juga sempat menjauhkan botol minuman keras itu agar tak dipakai menganiaya,” beber Ewo.

Namun, Cecep sudah tak sabar lagi menahan emosinya dan spontan mengambil minuman keras botol kosong langsung memukul bagian kepala Asa dan leher bagian belakang.

Menurut Ewo, aksi pelaku merupakan yang pertama dilakukan oleh pengangguran ini. Sementara, saat korban dibawa ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM), Asa telah meninggal dunia.

“Nah, paginya pelaku langsung kami tangkap pelaku dalam keadaan tak berkutik. Dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Senen Iptu Wildan Alkautsar,” jelas Ewo.

Ewo mengatakan, MNA dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Selain itu, Ewo meminta masyarakat untuk tak melakukan aksi penganiyaaan meski menerima bully dari orang lain.

*Ainul Ghurri*

Editor      :
Reporter :