107 Pengunjung Golden Crown Gunakan Narkoba

107 Pengunjung Golden Crown Gunakan Narkoba
Irjen Pol Arman Depari, mengenakan topi BNN berwarna birumuda. vivanews.com

KEADILAN – Keberadaan tempat hiburan malam di Ibukota tampaknya masih terus jadi ajang peredaran narkoba. Terbukti dari operasi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis dinihari (6/2). Dalam operasi yang dipimpin Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari itu, seratusan pengunjung dinyatakan terindikasi konsumsi narkoba.

“Operasi dimulai pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB,” kata Arman.

Setidaknya ada dua lokasi hiburan malam yang dilakukan operasi. Pertama di Venue, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Para pengunjung di sana menjalani pemeriksaan urin. Setidaknya ada 105 orang yang dites urinnya. “Terindikasi positif (narkoba) satu orang,” jelas Arman.

Tempat dengan pengguna narkoba yang sangat banyak terdapat di Golden Crown, Taman Sari, Jakarta Barat. Di tempat ini sebanyak 184 pengunjung menjalani pemeriksaan urin.

Hasilnya sangat mencengangkan. Dari  jumlah 184 pengunjung itu, terdapat 107 pengunjung terindikasi mengkonsumsi narkoba. Yakni, sebanyak  44 pengunjung wanita dan 63 pengunjung pria. Narkoba yang dikonsumsi jenis sabu dan ekstasi.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, seluruh pengunjung tempat hiburan malam yang terindikasi menggunakan narkoba saat dirazia itu dibawa ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Pemeriksaan lanjutan dan mengikuti assesment,” kata Arman.

Dijelaskan Arman, razia itu akan terus dilakukan di seluruh Indonesia untuk menekan peredaran narkoba.

“Kegiatan seperti ini (razia, red) akan terus dilakukan di seluruh Indonesia. Paling tidak kehadiran petugas BNN dengan unsur terkait di tempat-tempat hiburan malam itu dapat atau mampu mengurangi niat bagi mereka-meraea yang ingin menggunakan narkoba. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang kita lakukan seperti ini akan menyadarkan dan juga bisa memberikan pengetahuan bagi mereka (pengunjung, red) agar tidak menggunakan narkoba lagi,” papar Arman.

Penerus Bonar

Editor      :
Reporter :