Kriminalitas Meningkat Masa New Normal, Hubertus Ubur: Kebutuhan

Kriminalitas Meningkat Masa New Normal, Hubertus Ubur: KebutuhanDr Hubertus Ubur Dr Hubertus Ubur

KEADILAN – Data Mabes Polri menunjukkan, terjadi kenaikan angka kriminalitas pada masa transisi menuju normal baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19.
Pada pekan ke-23 tahun 2020 atau awal Juni 2020, tercatat terjadi sebanyak 4.244 kasus kejahatan di seluruh Indonesia. Sementara di pekan ke-24 tahun ini atau pekan kedua Juni, ada penambahan 1.632 kasus atau naik 38,45 persen menjadi 5.876 kasus.
Menanggapi hal ini, dosen sosiologi dari Universitas Atmajaya Jakarta Dr. Hubertus Ubur menilai secara sosial kriminalitas terjadi karena para pelaku mempunyai kepentingan atau dalam istilah biologis, psikologis dan ekonomis disebut kebutuhan atau keinginan. Meskipun, kata Hubertus, ada perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
“Kebutuhan itu berkenaan dengan sesuatu tanpanya sesuatu yang tergantung padanya tidak akan terwujud. Misalnya makan-minum merupakan kebutuhan. Jika tidak makan atau minum maka kesehatan akan terganggu. Kesehatan pada gilirannya merupakan kebutuhan untuk bisa hidup, bekerja dan berbagai aktivitas lain,” ujar Hubertus, Kamis (18/6/2020).
“Bagaimana dengan keinginan? Sebenarnya sesuatu yang belum tentu dibutuhkan lagi tetapi tetap diupayakan. Kembali ke contoh makan-minum. Makan-minum ini merupakan kebutuhan, tetapi bahwa dengan makan-minum yang menunjukkan status sosial seseorang, itu merupakan keinginan. Ciri pembeda adalah berlebihan,” tambahnya.
Menurut Hubertus, kriminalitas terjadi bisa karena kebutuhan dan bisa karena keinginan. Hubertus mencontohkan terhadap seorang karyawan yang melakukan tindakan kriminal.
Hubertus menilai, karyawan tersebut nekat melakukan tindakan bisa terjadi karena sudah di-PHK maka tidak mempunyai penghasilan padahal harus menghidupi keluarganya. Kriminalitas dalam hal ini berhubungan dengan kebutuhan.
“Tetapi sebaliknya pejabat pemerintah yang mencukai bantuan untuk rakyat banyak demi memperkaya diri itu namanya kriminalitas karena keinginan. Kedua tindakan sama-sama kriminal tetapi melihat motivasi keduanya berbeda,” jelasnya.
“Mengapa terjadi kriminalitas pada masa PSBB? Necessary condition adalah kebutuhan dan keinginan. Atau istilah sosiologinya kepentingan. Namun itu belum cukup. Masih ada satu faktor lagi yaitu peluang atau kesempatan,” tukasnya.
Odorikus Holang

Editor      :
Reporter :