BBKSDA Geram, Pemkab Taput Lepasliarkan Orangutan Diam-diam

BBKSDA Geram, Pemkab Taput Lepasliarkan Orangutan Diam-diam

KEADILAN – Setelah disoroti, akhirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput), lepaskan orangutan yang sebelumnya dipelihara di Rumah Dinas Bupati Taput Nikson Nababan.

Sayangnya, pelepasan tersebut bukannya menyelesaikan masalah, malah membuat geram pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, yang kecewa pelepasan dilakukan tanpa koordinasi atau pun pendampingan. BBKSDA pun disibukkan mencari kembali orangutan tersebut.

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi mengungkapkan pendampingan tersebut, agar tak dilakukannya pelepasan tanpa memeriksa terlebih dahulu dari kondisi kesehatan hewan primata tersebut, sebel‎um dilepasliarkan. “Orangutan anakan itu sudah dilepas oleh staf di Pemkab Taput di Hutan Dolok Parliaman, Dusun Huta Dame, Desa Parbubu I, Kecamatan Tarutung, Senin (27/1/2020) malam,” ungkap ‎Hotmauli kepada wartawan di Medan, Jumat (20/2).

Hotmauli menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taput harus berkordinasi dengan BBKSDA Sumut terlebih dahulu sebelum dilakukan pelepasan. Karena, tidak bisa sembarangan dilepas orangutan yang sempat dipelihara.‎ “Tapi entah bagaimana keputusan mereka. Mereka merilis diam-diam, dan kita sudah menyurati,” kesalnya.

Hotmauli pun berpendapat jika pelepasliaran itu dilakukan secara diam-diam lantaran ada ketidakpahaman terhadap isu konservasi. Ia pun mengamini jika pelepasliaran itu berpotensi menjadi masalah baru. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh. Hanya saja, pihaknya sudah menyurati Pemkab Taput supaya tindakan serupa tidak terulang. “Bisa jadi karena ketidaktahuan mereka. Bisa saja. Teman-teman bisa menilai, ternyata seperti apa sih pengetahuan khalayak, barang kali Pemda terhadap isu konservasi,” tuturnya.

Setelah dilepasliarkan secara diam-diam, pihak BBKSDA Sumut hanya bisa melakukan monitoring di lapangan. Mereka juga meminta masyarakat untuk memberikan informasi jika melihat tanda-tanda kemunculan orangutan. Selama ini, sambung Hotmauli, pihaknya juga tidak mengetahui jika di rumah Dinas Bupati Taput terdapat satu individu orangutan. Bahkan pihak Pemkab juga tidak pernah melaporkan keberadaan orangutan itu. “Kita doakan saja anak orangutan itu bisa survive di alam,” harapnya.

Keberadaan Orangutan di rumah dinas bupati menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat lingkungan. Karena Orangutan merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang. Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan tidak mengelak saat ditanyai keberadaan Orangutan di rumah dinasnya. Kata Nikson, Orangutan itu diserahkan warga sekitar tiga bulan yang lalu. “Niat kita merawat,” ujar Nikson singkat, Kamis (30/1/2020) lalu.
Haris Iskandar

Editor      :
Reporter :