Bawaslu Peringatkan KPU Kota Medan

Bawaslu Peringatkan KPU Kota MedanKetua Bawaslu Kota Medan Payung Harahap (baju kotak-kotak) didampingi Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Data Informasi M Taufiqqurahman Munthe.

KEADILAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan meminta kepada jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan agar proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dilakukan secara benar dan maksimal.

“Ini penting untuk diperhatikan, karena peraturan menyebutkan mereka (pemilih) tetap memiliki hak pilih pada Pilkada Medan 2020,” kata Ketua Bawaslu Kota Medan Payung Harahap didampingi Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Data Informasi M Taufiqqurahman Munthe, Sabtu (25/7).

Sebab, kata Payung, dari pengawasan yang dilakukan jajarannya dilapangan terhadap proses coklit yang dilakukan jajaran KPU Kota Medan sekitar 30 persen penduduk yang secara administrasi memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak berdomisili di wilayah Kota Medan.

“KPU harus serius dan benar-benar serius dan maksimal,” ujar Payung.
Menurut dia, penyelenggara pemilu memiliki kewajiban untuk tetap memfasilitasi seluruh penduduk yang secara administrasi tercatat sebagai warga Kota Medan pada agenda Pilkada Medan 2020. Karenanya, harus dipastikan apakah orang-orang yang tercatat pada alamat sesuai KTPnya di Medan tersebut benar masih ada atau tidak.

“Minimal kami meminta berkomunikasilah dengan kepala lingkungan. Karena ini juga kami kira akan berkaitan dengan penegakan aturan tentang hak pilih masyarakat dalam pemilu,” jelasnya.

Bawaslu, sambung dia, akan mengawasi dengan maksimal proses coklit data pemilih yang saat ini sedang berlangsung hingga 13 Agustus 2020 mendatang. “Kita berharap, tahapan ini menghasilkan data yang benar-benar akurat dan sudah dimutakhirkan,” terangnya.

Frans Marbun

Editor      :
Reporter :