Bareskrim Belum Dalami Aliran Dana Tjoko Tjandra

Bareskrim Belum Dalami Aliran Dana Tjoko TjandraKaro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono (Foto: Holang)

KEADILAN – Bareskrim Polri belum mendalami aliran dana Tjoko Tjandra, buronan kasus hak tagih atau cessie Bank Bali sejak 2009 yang merugikan negara hingga Rp940 miliar terhadap Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus mendalami keterlibatan Prasetijo dalam kasus penerbitan surat jalan untuk Djoko Tjandra.

“Nanti kita tunggu perkembangannnya. Sampai saat ini kami belum menerima perkembangan itu, pastinya akan sampai ke sana,” ujar Awi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2020).

Awi meminta masyarakat supaya menunggu proses penyelidikan tersebut. Awi memastikan, pihaknya akan menelusuri aliran dana Tjoko Tjandra dalam memuluskan perjalanannya selama di Indonesia.

“Pertahap. Pasti Bareskrim akan Follow the money, percaya itu. Nanti kita tunggu. Bagaimana hasil penyelidikannya. Masih berproses. Mohon bersabar, apa pun nanti hasil perkembangan, itu sudah menjadi agenda dari Bareskrim dan penyidik-penyidiknya,” tegasnya.

Sebelumnya Pengacara Prasetijo Utomo, Petrus Bala Pattyona mengatakan, kliennya mengaku tidak menerima uang sepeser pun dari Tjoko Tjandra, baik selama di Jakarta maupun di Kalimantan. Hal tersebut kata Petrus bisa dilacak di ponsel atau rekening pribadi kliennya.

“Klien saya tak pernah terima sepeser pun. Bisa dilacak di WA-nya atau rekeningnya,” tegasnya.

Petrus menerangkan, pertemuan antara klienya dengan Tjoko Tjandra diatur oleh Anita Dewi Anggreini Kolopaking selaku pengacara Tjoko Tjandra. Bahkan kata Petrus, Anita melobi interpol untuk mencabut Red Notice.

“Semua ini diatur Anita. Ia awalnya melobi interpol untuk cabut Red Notice. Ia bersama Jaksa cewe yang namanya sudah beredar ke Kuala Lumpur ketemu Djoko Tjandra, segala urusan Djoko Tjandra di Jakarta, Anita yang atur,” katanya.

Dalam kasus ini Lanjut Petrus, kliennya hanya menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra. “Klien saya itu di muaranya saja, buat surat perjalanan. Awal terbongkarnya ini dari interen Kejagung, lalu digoreng di DPR hingga Bareskrim beraksi,” tukasnya.

Odorikus Holang

Editor      :
Reporter :