Izinkan Pabrik Dibangun dekat Sekolah, Ini Kritik Untuk Anies Baswedan

Izinkan Pabrik Dibangun dekat Sekolah, Ini Kritik Untuk Anies Baswedan

KEADILANGubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, didesak mengevaluasi pembangunan lokasi khusus pembuatan beton readymix (batching plant) di Jalan Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur. Sebab, pabrik itu bersebelahan dengan sarana pendidikan Yayasan Nizamia Andalusia hingga mengganggu proses belajar dan mengajar. Hal itu disampaikan anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Ahmad Sahroni.

Menurutnya, Pemprov DKI harus benar-benar memperhatikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.24/2007 yang mengharuskan sekolah terbebas dari potensi bahaya, termasuk dari pencemaran udara dan air serta kebisingan. Oleh kkarenanya, perizinan pembangunan pabrik yang berdekatan dengan lokasi sekolah harus menyertakan persyaratan di dalam peraturan tersebut.

Sahroni yang juga wali murid di sekolah tersebut, menyatakan bahwa Yayasan Nizamia Andalusia telah mengirimkan surat keberatan ke sejumlah pihak. Diantaranya kepada Gubernur DKI Jakarta dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Dalam surat tersebut, Yayasan Nizamia Andalusia menyampaikan hasil pertemuan dengan Kodam Jaya selaku pemilik lahan dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang membangun pabrik pada Rabu, 19 Februari 2020. Dalam pertemuan itu kedua pihak membenarkan ada kerjasama membangun pabrik dengan masa operasi minimal 3 tahun.

Seluruh wali murid, dikatakan Sahroni, menolak tegas pembangunan batching plant  sepanjang tak dapat memberikan jaminan atas hal-hal krusial seperti penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan, penurunan kualitas air tanah, dan potensi limbah padat dan B3 atas ceceran oli maupun cairan kimia yang menurunkan kualitas tanah. “Sekolah itu telah beroperasi sejak tahun 2014. Pembangunan yang dilakukan di sekitarnya seharusnya memperhatikan aspek lingkungan sekolah,” pesan Sahroni.

Sementara itu Ketua Yayasan Nizamia Andalusia, Fatma Fadjarrini menyampaikan jumlah siswa, guru dan staff yang beraktifitas di sarana pendidikan yang terancam berbagai gangguan akibat pembangunan proyek tersebut sebanyak 1.261 orang. Jumlah itu belum termasuk orangtua dan kerabat siswa yang mengantar atau menjemput setiap harinya.

 

SYAMSUL MAHMUDDIN
Editor      :
Reporter :