Menteri KKP Resmi Jadi Tersangka

Menteri KKP Resmi Jadi TersangkaKPK menggelar konferensi pers soal penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan status hukum Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sebagai tersangka dan enam orang lainnya dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Edhy ditetapkan tersangka, karena diduga menerima suap terkait penetapan calon eksportir benih lobster. Adapun dugaan suap yang diterima Edhy sekitar Rp9,8 miliar.

“KPK menetapkan tujuh tersangka. Masing-masing sebagai penerima EP, SAF, APN, SWD, AF, dan AM, dan sebagai pemberi SJT,” ucap Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu malam (25/11/2020).

“KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020,” sambungnya.

KPK menangkap Edhy Prabowo bersama istrinya sesaat pulang dari tugas kunjungan kerja di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (AS).

Penangkapan ini dilakukan di empat lokasi berbeda yakni di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan.

Sejumlah orang yang ditangkap tersebut, dari berlatar belakang mulai dari pejabat KKP, anggota DPR, dan pihak swasta.

Berikut nama-nama pejabat yang tertangkap KPK:

1. Menteri KKP Edhy Prabowo.
2. Iis Rosita Dewi (IRW) selaku istri Menteri KKP.
3. Safri (SAF) selaku Staf Khusus Menteri KKP.
4. Yudha (YD) selaku ajudan Menteri KKP.
5. Ainul Faqih (AF) selaku staf Istri Menteri KKP.
6. Zaini (ZN) selaku Dirjen Perikanan Tangkap KKP.
7. Syaihul Anam (SA) selaku Staf Menteri KKP.
8. Mulyanto selaku Staf PT Gardatama Security.
9. Yenny Sinta Dewi selaku Analis Protokoler KKP.
10. Desri selaku Humas KKP.
11. Slamet Soebijakto selaku Dirjen Perikanan Budidaya KKP.
12. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).
13. Siswadi (SWD) sebagai pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK).
14. Dipo (DP) selaku Pengendali PT PLI.
15. Deden Deni (DD) selaku Pengendali PT ACK.
16. Nety selaku istri dari Siswadi.
17. Chusni Mubarok (CM) selaku staf Menteri KKP.

Dari hasil tangkap tangan tersebut, lembaga antirasuah mengamankan sejumlah barang  seperti kartu debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi.

“Ditemukan ATM BNI atas nama AF, Tas LV, Tas Hermes, Baju Old Navy, Jam Rolex, Jam Jacob n Co, Tas Koper Tumi dan Tas Koper LV,” ujar Nawawi.

Edhy sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

AINUL GHURRI

Editor      :
Reporter :