Dipolisikan, Ini Jawaban Kresna Life

Dipolisikan, Ini Jawaban Kresna Life

KEADILAN- PT. Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life dilaporkan oleh para pemegang polis di Polda Metro Jaya, Rabu (25/11/2020). Gatot Budianto selaku Direktur operasional Kresna life mengaku pihaknya masih mempelajari laporan tersebut.

“Sampai saat ini kami masih mempelajari laporan polisi tersebut,” ujar Gatot kepada KEADILAN, Kamis (26/11/2020).

Gatot menegaskan, pihaknya patuh terhadap hukum dan mengikuti proses hukum yang telah berjalan di kepolisian.
“Pada prinsipnya kami patuh dan akan mengikuti proses hukum yang berlaku,” tegasnya.

Diketahui, Kresna Life sudah dua kali dilaporkan oleh para nasabah ke Polda Metro Jaya. ,Laporan pertama pada Kamis (10/11/2020) dengan LP No TBL / 5422/ IX / YAN 2.5 / 2020/ SPKT PMJ. Sedangkan Laporan kedua pada 25/11/2020 dengan Nomor: LP / 7012 / XI / YAN 2.5 / 2020 SPKT PMJ.

Kuasa Hukum para nasabah Kresna Life, La Ode Surya Alirman dari LQ Indonesia Law Firm mengatakan kerugian yang dialami para kliennya terkait dana polis jatuh tempo kurang lebih Rp 50 Miliar. Dana tersebut kata Surya tidak bisa dicairkan dengan total korban 21 orang.

“Para terlapor adalah Michael Steven, Kurniadi Sastrawinata, Inggrid Kusumodjojo, Gatot Budianto, Hotbonar Sinaga. Mereka adalah Terduga Direksi dan Pemilik PT Asuransi Jiwa Kresna,” ujar Surya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Surya mendesak Kresna Life supaya segera membayar seluruh dana para nasabah yang sudah jatuh tempo tanpa syarat. “Sejak awal kresna life sudah terlalu banyak mengumbar janji-janji manis kepada para nasabah,” katanya.

Dalam kasus ini, para terlapor disangkakan dengan pasal 75 dan Pasal 76 UU no. 40 tahun 2014 tentang Perasuransian. Pasal 8 ayat 1 (f) jo Pasal 62 dan 63 (f) UU no. 8 th 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 3 dan 4 UU no.8 th 2010 tentang tindak pidana pencucian uang serta Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP.

Odorikus Holang

Editor      :
Reporter :