Menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono Terjerat Kredit Macet

Menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono Terjerat Kredit MacetTerdakwa Rezky Herbiyono. Foto: Antara

KEADILAN- Menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Rezky Herbiyono terjerat kredit macet di Bank Bukopin Surabaya sebanyak Rp68 miliar.

Hal itu diungkapkan oleh saksi mantan Kepala Cabang Bank Bukopin Surabaya, Andi Darma di Pengadilan Tindak Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Andi menjadi saksi Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono dalam kasus mafia peradilan terkait kasus suap dan gratifikasi dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto.

Andi menjelaskan bahwa Rezky telah mengajukan pinjaman ke Bank Bukopin sebanyak tiga kali. Diantaranya, tahap pertama pada Januari 2015 dengan modal kerja Rp20 miliar dengan bendera UD Aulia Motor.

Besaran angsuran perbulan senilai Rp486 juta. Pembayaran cicilan tercatat atas nama penyetor, di antaranya Devi, Yoga Diaz, Iwan Liman, Nurdiana Rahmawati, dan Brian Erviandi. Menurut Andi, tahap pertama ini telah lunas secara bertahap pada Desember 2017.

“Agunannya tanah dan bangunan di Surabaya dan Hang Lekir Jakarta Selatan, bunganya 13 persen,” kata Andi Darma saat menjadi saksi Rezky Herbiyono, Rabu (10/2/2021).

Kemudian, pinjaman kedua berupa Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp38 miliar pada April 2015 dengan agunan tanah bangunan di Patal Senayan.

“Sisanya Rp35 miliar belum lunas,” tuturnya.

Menurut saksi, alasan kredit macet karena Nurhadi dan Rezky Herbiyono dijadikan tersangka oleh KPK.

Kemudian pinjaman ketiga, dilakukan pada September 2015 melalui CV Herbiyono Indo Perkasa untuk modal kerja usaha granit dan marmer senilai Rp30 miliar dengan agunan tanah kebun sawit di Sumatera, Surabaya dan bangunan dan tanah dengan dua sertifikat di Patal Senayan Jakarta.

“Hingga saat ini masih tetap tercatat hutang Rp30 miliar belum termasuk bunga berjalan,” ungkapnya.

Dengan demikian kredit macet yang tersisa oleh Rezky Herbiyono di Bank Bukopin Surabaya senilai Rp68 miliar.

Pinjaman yang dilakukan Rezky dengan jaminan atas nama mertuanya yang bekerja sebagai Sekretaris MA.

“Kredit macet yang dilakukan Rezki berupa agunan aset dan jaminan pribadi Nurhadi mertuanya yang (menjadi) sekretaris MA,” jelasnya.

Adi mengungkapkan, awal kenal dengan Rezky dibawa oleh Iwan Liman salah satu nasabah Bukopin. Iwan memperkenalkan Rezky selaku pedagang mobil premium yang memiliki izin usaha, laporan keuangan, dan berjalan.

Ketika kredit macet, pihak bank meminta bantuan Rahmat Santoso selaku adik ipar Nurhadi.

“Kemudian melakukan pertemuan di sebuah restoran Jepang di Plaza Senayan dengan Nurhadi, Tin Zuraida, Rezky Herbiyono dan istrinya.

Diketahui, sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa mantan Sekretaris MA dan menantunya Rezky Herbiyono serta Hiendra Soenjoto selaku Direktur PT MIT digelar secara bersamaan.

AINUL GHURRI