Mark Sungkar Didakwa Rugikan Negara Rp694,4 Juta

Mark Sungkar Didakwa Rugikan Negara Rp694,4 JutaTerdakwa Mark Sungkar. Foto: tempo

KEADILAN- Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Mark Sungkar, didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp694,4 juta terkait laporan keuangan fiktif berupa belanja akomodasi kegiatan di The Cipaku Garden Hotel Bandung, Jawa Barat.

Laporan keuangan itu berkaitan dengan dana pelaksanaan kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional tahun anggaran 2018 pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Sehingga, perbuatan aktor senior ini telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan orang lain.

“Terdakwa Mark Sungkar bersama dengan saksi Sita Desavona, saksi Ricky Liyanto, saksi Wahyu Hidayat, saksi Luciana Wibowo, saksi Adhe Purnomo dan saksi Santi Asokamala, telah membuat laporan pertanggungjawaban keuangan yang terdapat bukti atau dokumen fiktif, berupa belanja akomodasi kegiatan di The Cipaku Garden Hotel Bandung, Jawa Barat sehingga bertentangan Peraturan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Nomor 1047 Tahun 2017,” ujar jaksa Nopriyadi saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Jaksa menyebutkan, ayah artis Shireen Sungkar ini telah melakukan perbuatan melawan hukum saat menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat FTI masa bhakti 2015-2019.

Lebih lanjut, perbuatan Mark melanggar aturan Kemenpora petunjuk teknis penyaluran bantuan pemerintah guna program peningkatan prestasi olahraga nasional.

Jaksa Nopriyadi menambahkan, dalam perkara Kemenpora ini Mark telah memakai dana sisa anggaran akomodasi kegiatan atlet triathlon di The Cipaku Garden Hotel Bandung.

“Terdakwa tidak segera mengembalikan sisa bantuan dana ke kas negara dan menerima pengembalian uang bantuan dari The Cipaku Garden Hotel bukan ke Rekening PPFTI yaitu Bank Mandiri Syariah atas nama Federasi Triathlon Indonesia melainkan ke rekening Bank Mandiri atas nama terdakwa Mark Sungkar,” papar jaksa.

Atas perbuatannya,  terdakwa dinyatatakan telah merugikan keuangan negara sekitar Rp694,4 juta. Kerugian itu, berdasarkan hasil laporan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan dari Kemenpora RI kepada Pengurus Pusat FTI.

AINUL GHURRI