KPK Gagal Temukan Barang Bukti Kasus Suap Pajak 

KPK Gagal Temukan Barang Bukti Kasus Suap Pajak Plt Jubir KPK Ali Fikri. Foto:kumparan

KEADILAN- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi gagal menemukan barang bukti terkait kasus suap pajak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tahun anggaran 2016 dan 2017.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan, pada hari ini tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi Kalimantan Selatan yakni, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

“Adapun lokasi yang di tuju yaitu kantor PT Jhonlin Baratama dan sebuah lokasi di Kecamatan Hambalang, Kotabaru, Kalsel,” kata Ali di Gedung KPK, Jumat (9/4/2021).

Diketahui, Jhonlin Baratama adalah salah satu lini bisnis milik Jhonlin Group yang bergerak di sektor pertambangan batubara.

Namun dari hasil penggeledahan itu, lembaga antirasuah tidak menemukan barang bukti yang dicari.

“Barang bukti yang dicari KPK diduga sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak tertentu,” tutur Ali.

Dengan begitu, KPK mengingatkan kepada pihak-pihak yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan proses penyidikan yang sedang berlangsung dapat diancam pidana sebagaimana ketentuan Pasal 21 UU Tipikor.

Penggeledahan ini merupakan yang  kedua kalinya di kantor PT Jhonlin Baratama. Sebelumnya, penyidik telah menggeledah tempat itu pada 18 Maret 2021 lalu.

Dalam kasus ini, mantan Direktur Jenderal Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak Angin Prayitno, dan bekas bawahannya Dadan Ramdhani sebagai Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak diduga telah menyalahgunakan kewenangannya.

Keduanya, diduga menerima suap untuk merekayasa jumlah pajak dari beberapa konsultan dan kuasa pajak di sejumlah perusahaan.

Empat konsultan pajak, telah ditetapkan menjadi tersangka kasus ini. Meski demikian, KPK belum mengumumkan secara resmi tersangka kasus suap pajak ini. KPK menyatakan akan mengumumkan tersangka pada saat penahanan.

AINUL GHURRI