Ketum PGI: Peran Penting Pdt. SAE Nababan dalam Gerakan Oikumene Internasional

Ketum PGI: Peran Penting Pdt. SAE Nababan  dalam Gerakan Oikumene Internasional
Pdt DR SAE Nababan.

KEADILAN-Gereja-gereja di Indonesia kehilangan tokoh gereja yang sangat berpengaruh dalam gerakan oikoumene, baik di kancah nasional maupun internasional, dengan berpulangnya Pdt Dr Soritua Alebert Ernst (SAE) Nababan, LLD, sore ini, pukul 16.18, di RS Medistra, Jakarta, setelah dirawat beberapa hari akibat gangguan pernafasan.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt Gomar Gultom menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Pdt SAE Nababan ke Rumah Bapa di surga.

Gomar menceritakan peran penting Pdt. SAE Nababan dalam gerakan oikumene internasional, dimana kegigihannya memperjuangkan keadilan lebih daripada sekedar perdamaian. Kemudian, lanjut Gomar, keadilan ekonomi Utara-Selatan tidak diperbaiki maka perdamaian dunia tidak akan tercapai.
“Pdt. SAE selalu mendesak Dewan Gereja Se-Dunia untuk mengagendakan bantuan gereja-gereja di Utara kepada gereja-gereja di Selatan. Itu bukan hadiah tetapi memang hak gereja di negara selatan karena telah dihisap oleh ketimpangan Utara-Selatan,” tutur Gomar kepada keadilan pada Sabtu sore (8/5/2021).

Dapat diketahui, Pdt SAE Nababan adalah seorang tokoh gereja yang lahir pada tahun 1933. Beliau menempuh pendidikannya di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta dan lulus pada 1956 dengan gelar Sarjana Theologia. Ia mendapat beasiswa dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Heidelberg dan lulus dengan gelar Doktor Theologia pada 1963.

Pada tahun 1987 sampai 1998, Ia menjabat sebagai Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), sebuah gereja beraliran Lutheran di Indonesia.

Kemudian, Pdt SAE pernah menjadi Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia pada 1967-1984 dan kemudian Ketua Umum MPH PGI pada 1984-1987.

Pada Sidang Raya ke-9 Dewan Gereja-gereja se-Dunia di Porto Alegre, Brasil pada tahun 2006, Almarhum terpilih menjadi salah seorang Presiden WCC.

Almarhum yang baru saja mengeluarkan Buku dengan Judul “Selagi Masih Siang” meninggalkan isteri, Alida Nababan, tiga orang anak serta enam orang cucu.

Selain itu, anak ketiga dari pasangan Guru JL Nababan dan Ibu Boru Lumbantobing telah mendahului adik-adiknya, yakni Indera Nababan, Panda Nababan, Susanti Nababan dan Dumasi Nababan.

Junius Manurung

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •