Perintahkan Terbit Surat Palsu Untuk Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Jadi Tersangka

Perintahkan Terbit Surat Palsu Untuk Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Jadi Tersangka
Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit.

KEADILAN – Bareskrim Polri menetapkan
Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai tersangka atas kasus penerbitan dan menggunakan surat palsu untuk Tjoko Tjandra, buronan kasus hak tagih atau cessie Bank Bali sejak 2009 yang merugikan negara hingga Rp 940 miliar pada Senin (27/7/2020).

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penetapan tersangka tersebut pasca pihaknya menggelar perkara atas kasus dengan
LP/A/397/VII/2020/bareskrim tanggal 20 Juli 2020.

Menurut Sigit, gelar perkara tersebut diikuti oleh Itwasum Polri, Divpropam, Rowasidik, para Direktur dan seluruh penyidik yang tergabung dalam Tim khusus terkait dengan pengungkapan kasus keluar masuknya buron Djoko Tjandra.

“Dari hasil gelar tersebut maka hari ini, kami menetapkan status tersangka untuk BJP PU,” ujar Sigit di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2020).

Dalam kasus ini lanjut Sigit, Prasetijo Utomo disangkakan dengan pasal Pasal 263 KUHP Ayat 1 dan Ayat 2 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 e KUHP tentang membuat surat palsu dan menggunakan surat palsu.

Penetapan tersangka ini kata Sigit setelah pihaknya mengambil keterangan saksi yang bersesuaian dan beberapa petunjuk barang bukti. Pihaknya juga sudah mendalami objek perkara yakni surat jalan nomor 77 tanggal 3 Juni 2020, surat keterangan pemeriksaan Covid-19 nomor 990, surat jalan nomor 82 tanggal 18 Juni 2020 atas nama JSC dimana dua surat jalan tersebut dibuat atas perintah tersangka Prasetijo Utomo.

“Kemudian surat keterangan pemeriksaan Covid-19 nomor 1561 dan surat rekomendasi Kesehatan nomor 2214 yang dibuat di Pusdokkes Polri terkait dengan konstruksi pasal tersebut maka tersangka BJP. PU telah menyuruh, membuat dan menggunakan surat palsu tersebut di mana saudara AK dan JSC berperan menggunakan surat palsu tersebut,” tukasnya.

Odorikus Holang

Share