Jadi Tersangka Pengguna Sabu, Catherine Wilson Akhirnya Direhabilitasi

Jadi Tersangka Pengguna Sabu, Catherine Wilson Akhirnya Direhabilitasi
Catherine Wilson mengenakan baju tahanan warna orange.

KEADILAN – Seterlah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu, artis cantrik Catherine Wilson (CW) akhirnya dipastikan polisi direhabilitasi. Artis yang akrab disapa Keket ini mulai menjalani asesmen  di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lemdikpol), Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020).

Keket sebelumnya ditangkap di kediamannya di Jalan Haji Soleh No 11, Pangkalan Jati, Cinere Depok, Jawa Barat, Jumat pagi (17/7/2020) . Dia telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyalagunaan narkoba jenis sabu.

“Hari ini kita baru saja informasi dari (Direktorat) Narkoba, sekarang CW alias K dititipkan di tempat rehabilitasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus, Rabu (29/7/2020).

Meski demikian, kata Yusri, proses pemberkasan terhadap kasus narkobanya tetap berjalan di Direktorat Narkoba. “Rehabilitasi terhadap yang bersangkutan, tetapi prosesnya tetap masih berjalan,” katanya.

Argo pun belum memastikan durasi waktu rehabilitasi terhadap Keket. “Keputusan berapa lama direhabilitasi itu, nanti pada saat putusan pengadilan. Kita masih menunggu sambil pemberkasan ini kita selesaikan,” imbuhnya.

Diketahui, rehabilitasi adalah hak korban, yang seharusnya mendapatkan hukuman maksimal adalah pengedar. Hal ini sejalan dengan Pasal 54 UU Narkotika yaitu: “Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial”.

Pengguna narkoba memang seharusnya mendapat hukuman rehabilitasi. Sebab, mereka diokategorikan sebagai korban. Namun, tidak semua pengguna atau korban tersebut dihukum rehab. Mereka terpaksa mendekam di balik tembok penjara dalam waktu yang tidak singkat.

Catatan sejumlah organisasi kemasyarakatn yang konsen dalam penanganan korban narkoba ini, hingga Maret 2020, setidaknya ada 38.995 warga binaan pemasyarakatan yang merupakan pengguna narkoba. Mereka harus merasakan hukuman di balik tembok penjara. Tidak seperti sejumlah artis yang tersangkut kasus ini yang dihukum rehab. Termasuk Keket.

2 Jenis Rehabilitasi

UU Narkotika membagi rehabilitasi kedalam 2 (dua) jenis, yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial, di mana perbedaannya.

“Rehabilitasi medis adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkotika (Pasal 1 angka 16 UU Narkotika)”

“Rehabilitasi sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu, baik fisik, mental maupun sosial, agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. (Pasal 1 angka 17 UU Narkotika)”

Odorikus Holang

Share