Saksi Ungkap Rekening Judi untuk Terdakwa Jiwasraya

Saksi Ungkap Rekening Judi untuk Terdakwa Jiwasraya
Terdakwa kasus Jiwasraya Heru Hidayat. Foto: Gatra

KEADILAN- Sidang lanjutan terkait kasus dugaan skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2020). Dalam persidangan terungkap pembuatan rekening judi untuk terdakwa kasus Jiwasraya.

Dari enam saksi yang dipanggil, empat di antaranya menghadiri persidangan. Keempat saksi itu yakni Fredy Gunawan, trader saham yang terafiliasi dengan terdakwa Heru Hidayat. Dwi Nugroho, saksi yang membantu terdakwa Benny Tjokrosaputro terkait pembelian tanah.

Selanjutnya, Utomo Puspo Soeharto, mantan Komisaris PT Treasure dan Direktur PT Topas Internasional dan Tommy Iskandar Wijaya, trader saham.

Sedangkan tiga terdakwa yang hadir di persidangan adalah Benny Tjokrosaputro, Direktur Utama Hanson International Tbk (MYRX), Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk/TRAM dan Joko Hartono Tirto, Direktur PT Maxima Integra.

Dalam kesaksiannya, Freddy Gunawan mengakui bahwa dirinya diminta untuk membuka rekening oleh Heru Hidayat. Uang itu rupanya digunakan oleh Heru untuk bermain judi di Makau.

Namun Freddy lupa tahun berapa ia membuka rekening tersebut. Sebab, Freddy beralasan bahwa rekening yang ia buka bukan atas kendalinya.

“Iya (mendapat uang untuk transfer), saya tidak tahu rekening itu sampai saya diperiksa (penyidik) kejaksaan. Rekening langsung saya berikan ke money changer.

Meski demikian, dia menyebutkan bahwa ada sejumlah rekening yang ia pegang salah satunya menggunakan rekening dari PT PAS. Freddy menjelaskan, proses penukaran dari money changer dikirim ke sejumlah negara yaitu Singapura, New Zealand, dan Makau.

Setidaknya ada tiga tempat terkait judi kasino yang diungkap jaksa dalam surat dakwaan, yaitu:

1. Pada 24 Maret 2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp912 juta

2. Pada 18 Juni 2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp690 juta

3. Pada 14 Desember 2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp900 juta

4. Pada 23 Desember 2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500 juta

5. Pada 22 Januari 2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) dan RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp1 miliar.

6. Pada 17 Maret 2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500 juta

7. Pada 29 April 2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp500 juta.

8. Pada 16 Mei 2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500 juta.

9. Pada 7 Juni 2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sebesar Rp3,5 miliar.

10. Pada 8 Juni 2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sejumlah Rp1,5 miliar.

11. Pada 9 Agustus 2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp1,47 miliar.

12. Pada 6 September 2016 sebesar Rp2,2 miliar untuk membayar kasino MGM di Makau.

13. Pada 23 November 2016 sebesar Rp 5 miliar dalam 2 kali transfer masing-masing Rp2,5 miliar untuk keperluan membayar kasino MGM di Makau.

14. Pada 19 Juli 2013 sejumlah Rp11,070 miliar untuk membayar utang kasino di Makau.

15. Pada 22 Juli 2013 sejumlah Rp10,044 miliar untuk membayar utang kasino di Makau.

AINUL GHURRI

Share