Rekayasa Penyitaan 327 Kg Ganja,Mantan Katim Satres Narkoba Polresta Padangsidempuan Lolos dari Hukuman Mati

Rekayasa Penyitaan 327 Kg Ganja,Mantan Katim Satres Narkoba Polresta Padangsidempuan Lolos dari Hukuman Mati
Sidang perkara rekayasa penyitaan narkotika jenis daun ganja kering seberat 327 Kg ganja yang digelar di Pengadilan Negeri Medan.

KEADILAN – Mantan Kepala Tim (Katim) di Satres Narkoba Polresta Padangsidempuan, Bripka Witno Suwito dan Edi Anto Ritonga alias Gaya selaku warga sipil lolos dari hukuman mati. Kedua terdakwa yang sebelumnya dituntut mati, kini dihukum masing-masing selama 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

“Terdakwa Witno Suwito dan Edi Anto Ritonga alias Gaya dinyatakan terbukti menerima narkotika bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 kilogram. Menjatuhkan hukuman oleh karena itu masing-masing selama 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan,” tegas majelis hakim diketuai Jarihat Simarmata dan Martua Sagala yang bergantian membacakan putusan dalam sidang online di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (12/1/2021) petang.

Selain itu, Aiptu Maratua Pandapotan selaku mantan Kanit IV Satres Narkoba Polres Padangsidempuan yang sebelumnya dituntut selama seumur hidup penjara, divonis selama 13 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

“Ketiga terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” jelas hakim.

Sementara itu, enam terdakwa lain yakni Bripka Andi Pranata alias Andy, Brigadir Dedi Azwar Harahap, Brigadir Amdani Damanik, Briptu Rory Mirryam Sihite, Brigadir Anthony Fresdey Lubis dan Bripka Rudi Hartono divonis masing-masing selama 10 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. Sebelumnya, keenam oknum polisi ini dituntut masing-masing selama 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Keenam terdakwa terbukti mengangkut narkotika bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 kikogram,” jelas hakim.

Putusan ini diwarnai oleh Dissenting Opinion (DO) yang dibacakan hakim anggota, Tengku Oyong.

Menurut hakim Jarihat Simarmata dan Martua Sagala, kesembilan terdakwa terbukti melakukan rekayasa penyitaan narkotika jenis daun ganja kering seberat 327 kilogram. Sedangkan hakim Tengku Oyong berpendapat bahwa para terdakwa hanya melanggar administrasi dan kode etik.

Namun, karena kalah suara, para terdakwa tetap divonis bersalah. Menanggapi putusan tersebut, baik jaksa penuntut umum (JPU) Abdul Hakim Sori Muda Harahap dan penasehat hukum para terdakwa menyatakan pikir-pikir.

“Putusan ini akan saya laporkan terlebih dahulu ke pimpinan. Nanti kita tunggu arahan pimpinan selanjutnya,” ucap JPU dari Kejatisu tersebut.

Dalam dakwaan JPU Abdul Hakim Sori Muda Harahap, pada Jumat, 28 Februari 2020 sekira pukul 10.00 WIB, AKP Charles Jhonson Panjaitan selaku Kasat Res Narkoba Polres Padangsidempuan mengumpulkan anggotanya yang terdiri dari Bripka Witno Suwito, Aiptu Maratua Pandapotan, Bripka Andi Pranata, Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap, Bripka Rudi Hartono, Brigadir Anthony Fresdy Lubis, Brigadir Amdani Damanik dan Briptu Rory Mirryam Sihite.

Lalu, AKP Charles memberikan arahan kepada anggotanya agar melakukan penangkapan terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah Polres Kota Padangsidempuan.

“Setelah menerima arahan tersebut, anggota bubar untuk mencari Target Operasional (TO). Sekira pukul 13.30 WIB, Witno menyuruh Andi Pranata untuk bertemu di sebuah warung makan belakang City Walk,” ujar JPU di hadapan majelis hakim diketuai Martua Sagala.

Ketika bertemu, Witno mengajak Andi Pranata menuju Kampung Darek Kelurahan Wek VI Kecamatan Padangsidempuan Selatan dengan mengendarai mobil. Setibanya di lokasi, Witno bertemu masyarakat di pinggir jalan depan Gang Dame 5 sambil berkata: “Ini bakal digrebek dan diperiksa masalah narkoba dari rumah ke rumah”.

Lalu, mereka menuju Tomyam Muslim yang berada di Gang Dame Kampung Darek. Sekira pukul 14.40 WIB, Hp milik Witno dihubungi oleh Edi Santoso alias Edi Ramos (DPO) hingga terjadi percakapan. “Bang, aku mau menyerahkan ganja milikku yang ada di Kampung Darek asalkan aku dan si Edi Anto Ritonga jangan ditangkap,” kata Edi kepada Witno. “Kenapa kau mau menyerahkan ganja kau ?,” tanya Witno.

“Karena aku takut terjadi penggerebekan lagi di Kampung Darek,” jawab Edi. “Ok, kirimkan nomor Hp si Gaya,” ucap Witno hingga komunikasi mereka terputus.

Setelah itu, Witno bersama Andi sepakat bertemu dengan Edi Anto Ritonga alias Gaya di Kampung Darek Wek-VI Kecamatan Padangsidempuan Selatan. Tepat di dekat Pesantren sekira pukul 15.00 WIB, mobil yang dikendarai Andi berhenti sehubungan tidak bisa naik ke atas bukit (mendaki).

“Atas suruhan Witno, Amdani Damanik menjumpainya di Kampung Darek Wek VI Kecamatan Padangsidempuan Selatan dengan mengendarai sepedamotor sekira pukul 14.40 WIB. Ketika bertemu, mereka langsung menuju sebuah bukit di Kampung Darek sesuai perkataan Gaya. Di depan sebuah rumah, Witno ditemui Gaya untuk melihat ganja tersebut. Lalu, Gaya bersama Kucok (DPO) langsung mengeluarkan 4 buah karung plastik berisi daun ganja kering,” jelas Abdul Hakim.

Saat itu, Witno kembali berkata: “Ini bakal dirazia lagi dari rumah ke rumah masalah narkoba”. Kemudian, Witno menghubungi Maratua Pandapotan sambil berkata: “Nit, ini ada barang bukti ganja, tolong bawa mobil naik ke Gunung Kampung Darek”. Sekira pukul 16.00 WIB, Maratua bersama Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap dengan mengendarai satu unit mobil merk Daihatsu Terios bersama Gaya langsung memasukkan 4 karung ganja tersebut.

Selanjutnya, di sebuah simpang Gang Dame tepatnya depan Pesantren, Gaya menyuruh agar satu unit mobil masuk ke sebuah gang kecil. Dari situ, Gaya bersama Kocuk kembali memasukkan 5 karung ganja kering ke dalam mobil.

“Setelah itu, mereka pergi menuju ke Posko Sahran Motor, Jalan Padang Sidempuan-Sibolga Desa Sigiring-Giring Kota Padangsidempuan. Sedangkan Gaya dan Kocuk tetap tinggal di Kampung Darek Kelurahan Wek-VI Kecamatan Padangsidempuan Selatan,” ucap JPU dari Kejatisu tersebut.

Di posko tersebut sekira pukul 17.00 WIB, ternyata sudah ada Rudi Hartono, Anthony Fresdy Lubis dan Rory Mirryam Sihite. Kedelapan polisi itu merencanakan agar ganja kering di dalam karung plastik tersebut dijadikan barang temuan yang dipimpin oleh Maratua selaku Kanit. Meski begitu, belum ada disepakati tempat akan ditemukannya barang haram tersebut. Sekira pukul 18.00 WIB, mereka menuju ke Pos Lantas Pijor Koling. Selesai makan di pos tersebut, Rudi Hartono menjelaskan bahwa tempat akan ditemukannya ganja tersebut berada di Area Perkebunan PTPN-III Desa Tarutung Baru Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara Kota Padangsidempuan.

Mereka pun pergi menuju ke area tersebut. Tak lama, Witno mendengar suara tembakan dari arah depan mobil. Kemudian, Maratua menghubungi AKP Charles Jhonson Panjaitan. Sekira pukul 22.00 WIB, AKP Charles Jhonson Panjaitan tiba di Area perkebunan PTPN-III Desa Tarutung Baru. Lalu, 14 buah karung ganja dinaikkan ke dalam mobil patroli dan dibawa ke Polres Padangsidempuan.

Sekira pukul 23.30 WIB, para polisi itu melihat 19 karung plastik berisi ganja seberat 327.000 gram, telah diambil dari Gaya di Jalan Alboin Hutabarat Gang Dame Kelurahan Kampung Darek Wek-VI Kecamatan Padang Sidempuan Selatan.

Marulitua Tarigan

Share