Memperingati Hari Kemerdekaan di tengah Pandemi

Memperingati Hari Kemerdekaan di tengah Pandemi

KEADILAN – Tak lama lagi, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, tentunya rakyat menginginkan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap berlangsung hikmat dengan segala kemeriahannya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menerangkan, Perayaan HUT Republik Indonesia tahun ini lebih banyak menitikberatkan pada aktivitas-aktivitas virtual tetapi tetap harus berhikmat. Ia menghimbau, agar antusiasme masyarakat tetap tinggi, banyak kreatifitas dan inovasi meskipun dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.
“Perayaan hari ulang tahun ke-75 Republik Indonesia ini tetap harus hikmat, mensyukuri nikmat kemerdekaan. Namun, kita lakukan secara sederhana dengan kemeriahan yang tetap, antusiasme masyarakat yang tetap tinggi, kreativitas dan inovasi juga tetap, hanya saja sesuai dengan protokol kesehatan yang aman dari Covid-19,” kata Pratikno dalam keterangannya di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2020
Budaya Baru
Pratikno menjelaskan bahwa upacara Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap digelar. Nantinya, sambung Pratikno, masyarakat akan dikenalkan kepada sebuah tradisi baru di mana saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan saat upacara peringatan berlangsung, masyarakat diharapkan menghentikan segala kegiatannya sejenak dan berdiri dengan sikap tegak sambil mengikuti lantunan lagu kebangsaan.
“Kemeriahan dan kekhidmatan akan tetap dijaga, keterlibatan masyarakat justru kita maksimalkan di seluruh Indonesia terutama secara virtual,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, menjelaskan secara lebih rinci bahwa dalam upacara peringatan tahun ini, para tamu undangan dipersilakan untuk mengikuti jalannya acara secara virtual. Keputusan ini diambil mengingat suasana pandemi yang tidak memungkinkan untuk menghadirkan masyarakat dan tamu undangan lain dalam jumlah besar serta lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Kami tidak mengundang masyarakat bahwa kondisi kita paham masih adanya PSBB dan kita utamakan kesehatan masyarakat dan protokol kesehatan,” ucap Heru.
JUNIUS MANURUNG

Share